PT. DWI MITRA TEKNINDO

(021) 876-2697
Menu HVAC Engineer
Menu Header

PENGERINGAN MADU

Kontrol kelembaban selama pengeringan madu

Madu adalah makanan yang dihasilkan oleh lebah dari nektar bunga. madu dikenal sebagai salah satu sumber makanan yang alami dan kaya akan nutrisi. madu mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin meneral, antioksidan, dan enzim yang bermanfaat bagi kesehatan. selain itu, madu juga memiliki sifat anti bakteri dan antinflamasi yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubug dan melawab infeksi. madu dapat di konsumsi langsung atau digunakan sebagai bahan tambahan dalam masakan dan minuman. beberapa jenis madu yang populer di indonesia antara lain yaitu madu hitam, madu liar, dan madu randu. namun, perlu diingatbahwa madu mengandung gula alami yang cukup tingii, sehingga alangkah baik nya di konsumsi tetap dalam batas yang sehat

Kontrol Kelembaban Selama Pengeringan Madu

madu telah banyak digunakan dalm industri farmasi karena khasiat penyembuhan dan rasanya yang manis. madu sensitif terhadap kelembapan di udara sekitarnya. kadar air yang tinggi dapat mempengaruhi keadaan,struktur,dan zat yang terkandung di dalam nya

Efek Kelembaban yang tidak terkontrol

madu dengan kadar air yang tinggi kaehilangan sifat penyembuhannya dan kualitasnya, oleh kaena itu, sering ditolak oleh industri farmasi, yang dimana madu banyak digunakan.

Penyebab kelembaban yang tidak terkontrol

ketika madu dikeringkan secara konvensional, kandungan HMF (Hydroxymethylfurfural) di dalam madu sering kali meningkat hingga 40% akibat pemanasan yang berlebihan,

Metode Konvensional dan Kekurangannya

madu  disimapan dalam sebuah drum dan terus-menerus diaduk. air panas mengalir melalui selubung yang mengeliling drum yang berisi madu. dengan cara ini, madu dipanskan secara tidak langsung hingga mencapai suhu 65°C untuk mengurangi kadar airnya dari 25-30% menjadi 19%. namun, masalah nya adalah bahwa kandungan HMF yang melebihi 40% karena suhu pemanasan melebihi 35°C

Rekomendasi Umum

disarankan agar madu dikeringakan pada suhu 35°C hingga kadar air 17 % dan kadar HMF (Hydroxymethylfurfural) 25%

Solusi Usedry

Air engineers dari PT. DMT merekomendasikan agar madu disebarkan di nampan dengan ketebalan maksimal 4 inci dalam rungan tertutup. udara yang telah dieringkan kemudian disirkulasikan dalam runangan, yang dipertahankan pada suhu 35°C. Hal ini memungkinkan pengurangan kadar air tanpa menaikan kadar HMF. juga disarankan untuk mengemas madu kering dalam wadah di dalam rungan yang tidak lembab untuk menengindari kelembaban kembali

Pengeringan madu mengandalkan empat kunci

  • kelembaban
  • suhu
  • gerakan udara 
  • luas permukaan

Dehumidifier berfingsi dengan baik, dan dengan beroprasi terus menerus menjaga tingkat kelembaban dan rumah madu sebesar 30%. mengapa 30% ? karena kadar moisture onten dalam madu akan ter adsorp ke udara sehingga pengeringan madu lebih cepat, kadar air lebih kering, dan kualitas nya terjamin. dengan hal itu pula PT. DWI MITRA TEKNINDO memberikan solusi dengan menyediakan mesin dehumidifier  yang berfungsi untuk menurunkan moisture content sehingga kualitas madu terjamindan masalah terselasaikan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *